Harits奇妙な現象恋人

Minggu, 29 September 2013

Fenomena Religiusitas - Apakah Ibrahim Eksis?


Yo Readers.. Gile ni dunia konspirasi lagi adem ayem gitu akir-akir ini, jadi ya apa boleh buat jadi ga ada yang diapdet deh.. 

But wait, sekarang aku lagi mau ngapdet tentang salah satu fenomena religiusitas yang lagi naik. Oia, karena ini fenomena religius jadi yang baca jangan pakek emosi or else yak.. Kalo setuju yaudah ga setuju juga selow ok? Nulisnya ga pake iman kok.

"Never be afraid of truth. No matter what direction it goes in."

Pertanyaan yang mendasari dari posting ini adalah "Apakah Ibrahim eksis?" Iya ini Ibrahim yang ada di Al-Quran & Injil. 

Pertama yang dari Injil dulu deh ya, soalnya biar ngurut, kan Kristen dulu terus baru Islam.

Menurut Perjanjian Lama, Ibrahim hidup 2000 tahun sebelum masehi. Padahal, perjanjian lama sendiri ditulis kurang lebih 1200 sampe 500 taun sebelum masehi, which means ada gap kurang lebih 1000 tahun dari jaman Ibrahim hidup & penulisan perjanjian lama. Jedanya panjang lho ini.. Apakah ini berarti Ibrahim yang ada di Perjanjian Lama ditulis berdasarkan kisah turun temurun? Masalah keakuratannya sih aku ragu. Waktu itu media penyimpanan data kan ga kaya sekarang lagian.

Kisah tentang Ibrahim sendiri ditulis di chapter 11-25 di kitab kejadian. Padahal kisah tentang Ibrahim di kitab kejadian kalo dibandingin sama sejarah, hampir ga akurat:

Kejadian 11:31
Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim  untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran,  dan menetap di sana.

Menurut arkeolog, suku Kasdim hidup pada abad ke 5/6 masehi, ini berarti ada jeda ribuan taun juga dari masa hidup Ibrahim sampe ke masa suku ini hidup. Reruntuhan Ur-Kasdim sendiri masih ada sampe sekarang & berada di turki.



Maka timbullah kelaparan di negeri  itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 

Ibrahim mendatangi tanah bangsa Filistin, kemudian Ishak juga pergi kesana, padahal bangsa ini tiba di Kanaan pada 1200 SM. Sedangkan Ibrahim hidup sekitar 2000 SM & Ishak pada sekitar 1900 SM. Jadi sebenarnya siapa yang didatangi mereka? 

Atau dibalik deh, kalo emang ada yang ngedatangin suku-suku diatas, yang ngedatengin siapa? Bukan Ibrahim dong? Berantakan itu timeline nya soalnya.

Oke itu dari injil, next, dalam Al-Quran disebutkan kalo Nabi Muhammad merupakan keturunan dari Ibrahim:



Ada versi gampangnya gini deh:

  1 Abraham Hanifa (AS) adalah ayah dari
  2 Isma'il (AS) adalah ayah dari
  3 Kedar adalah ayah dari
  4 "Adnaan adalah ayah dari
  5 Ma'add adalah ayah dari
  6 Nizaar adalah ayah dari
  7 Mudar adalah ayah dari
  8 Ilyaas adalah ayah dari
  9 Mudrikah adalah ayah dari
10 Khuzaimah adalah ayah dari
11 Kinaanah adalah ayah dari
12 Al-Nadr adalah ayah dari
13 Maalik adalah ayah dari
14 Quraysh adalah ayah dari
15 Ghaalib adalah ayah dari
16 Lu'ayy adalah ayah dari
17 Ka'ab adalah ayah dari
18 Murrah adalah ayah dari
19 Kilaab adalah ayah dari
20 Qusayy adalah ayah dari
21 "Abd Manaaf adalah ayah dari
22 Haashim adalah ayah dari
23 "Abdul Muttalib adalah ayah dari
24 "Abdullah adalah ayah dari
25 Muhammad (SAW)

Sekilas terlihat baik-baik saja, tapi ini kalo ditelaah make logika sedikit aneh lho:

Cuma ada 24-25 gap generasi antara Nabi Muhammad sama Ibrahim, padahal jeda waktunya ada kurang laebih 2500 taunan (Nabi Muhammad lahir taun 570 & Ibrahim hidup pada 2000 SM). Ini berarti dalam garis keluarga ini, reproduksi tiap 100 taun sekali. 

Oke mungkin ga 100 taun sekali, soalnya garis keturunan deket-deket kelahiran Nabi Muhammad normal kok, 30 taun udah punya anak. Kalo make data yang kedua ini, berarti ada kemungkinan ada 32-33 generasi antara Nabi Muhammad dengan Ibrahim, tapi masa reproduksinya juga masih lumayan panjang, yaitu tiap 75 taun sekali.

Satu lagi, kalo cuma ada 24 generasi antara mereka, berarti Ibrahim hidup kurang lebih pada 150 SM. Kenapa gitu? Ini pendapat personal aja sih, katakan 1 generasi menghasilkan keturunan tiap umur 30 taunan, berarti gini:

30 x 14= 720

Nabi Muhammad lahir pada taun 570.

570 - 720= -150

Berarti "Ibrahim" yang merupakan ancestor Nabi Muhammad hidup sekitar taun 150 SM, atau bole lah kita lebihin 100 taun mengingat banyak faktor (nikah pada usia 30 taun ke atas atau umur yang panjang) boleh lah jadi sekitar taun 250 SM. wow, ini tetep aja gap yang jauh. 

Well well well, berarti siapakah Ibrahim yang hidup pada 2000 SM? Fiktif kah dia? Dikatakan, Ibrahim merupakan permulaan dari kitab suci 2 agama, Islam & Kristen, fondasinya malah. Ibrahim hampir ga ada dalam sejarah, Ibrahim "dipinjam" dari agama terdahulu & "dipakai" dalam kitab suci untuk menyatukan banyak suku di daerah laut merah (mesir, arab, palestina etc).

Menurut sebuah sumber, malah dikatakan kalau Ibrahim adalah keturunan seorang Brahmana yang pergi dari india untuk menyebarkan ajarannya pada dunia, kalo mau maksa nama"Ibrahim" itu mirip-mirip sama "Brahmana" ga sih? Teori ini kataku lumayan bisa dipercaya, karena agam Hindu yang notabene berasal dari India merupakan agama tertua yang dikenal dunia, bisa jadi mereka menyebarkan ajarannya ke arah utara, ke jazirah arab & Ibrahim merupakan penyebar ajarannya, tapi seiring laju sejarah, terjadi pergeseran sehingga Ibrahim versi ini & ajarannya dipakai dalam ajaran Kristen & kemudian Islam.

Oke, mungkin pada bilang itu rahasia Tuhan, emang mungkin Al-Quran & Injil diturunin langsung dari Tuhan, tapi tetep, yang nyusun adalah manusia. Bisa ditambah maupun dikurang & bahkan dirubah  isinya.

Menurutku kasus ini patut dipertanyakan, mengingat "Ibrahim" merupakan tokoh penting dalam ajaran 2 agama besar Islam & Kristen. Kalo Ibrahim sendiri diragukan dimana jaminan kita ga bisa ngeraguin 2 agama tersebut?

Betewe, this is not final mamen, lemah malah bukti-buktinya, kebenarannya? Sama aje, lemah juga, aku cuma bisa hipotesa doang.  

10 komentar:

  1. Dear bro Haritsstrange, terima kasih tulisannya. Ini bagus. Seenggaknya lo nulis dengan kepala dingin dan argumentasi, bukan semata dengan emosi hanya demi membela sesuatu.

    Ibrahim emang bisa dibilang tokoh sentral dari agama samawi ini bro aka Islam, Yahudi, dan Nasrani. Akar 3 agama itu dari beliau. Cuma rasanya lo terlalu cepat ngambil kesimpulan bahwa Ibrahim adalah tokoh yang nggak eksis hanya melihat dua bukti itu.

    Misalnya saya sekarang sedang meneliti soal tidak mungkinnya seseorang menulis 20.000 kata dalam sehari. Bahkan saya menulis 10.000 kata sajamusti habis-habisan. Alasannya adalah 20.000 kata itu banyak. Asumsinya, jika dikurangi waktu tidur (4 jam), makan dan mandi (1 jam), beribadah (30 menit), dan kegiatan lain (30 menit), penulis cuma punya waktu 18 jam. Ini berarti 20.000:18. Kira-kira dia harus menulis 1112 kata nonstop dalam sejam (kira-kira 2-3 halaman). Simpel ya? Masalahnya akan berbeda jika kita melakukan itu 18 jam nonstop. Ada kelelahan akut, kejenuhan, dan mungkin writer's block.

    Akhirnya saya memutuskan bahwa menulis 20.000 kata dalam sehari itu sangat sulit, bahkan mungkin mustahil.

    Benarkah? Sekilas, alasan saya terlihat logis. Tapi dunia luas, ternyata dari 7 milyarpenduduk, ada ribuan orang di dunia yang mampu bahkan menulis 30.000-40.000 kata dalam sehari. Uniknya, mereka melakukan itu tidak dalam waktu 18 jam nonstop, tetapi dengan berbagai versi. Ada yang istirahat tiap 4 jam sekali, dan seterusnya. Intinya, argumen saya patah.

    Mengapa bisa begitu? Saya tetap meyakini kesimpulan yang saya ambil,tetapi argumen saya begitu LEMAH. Saya mengambil kesimpulan tidak mungkin hanya dari satu aspek sisi saja. Saya tidak sadar bahwa ada orang yang lebih hebat dari saya dan segala macam.

    Seperti itu pula cara berpikirmu, Haritsstrange. Saya sendiri tidak bisa membantah langsung tulisan ini, tapi mengambil kesimpulan bahwa Ibrahim tidak eksis hanya dengan dua argumen di atas menurut saya terlalu terburu-buru. Ada banyak argumen lain di luar sana yang saya sendiri tidak tahu dan penulis tidak tahu.

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bro wahyu, akirnya, seseorang dengan kepala dingin komen.. kirain semua yg baca pada butt hurt.

      perkara kesimpulan diatas, well, aku ga nulis itu kesimpulan sih, itu cuma hipotesa, kebenaran siapa sih yg tau?

      poin menarik tentu aja, di paragraf-paragraf akir orang jadi salah tangkep, kalimat emang bikin miss leading, tp itu yg bikin seru.

      "Kalo Ibrahim sendiri diragukan dimana jaminan kita ga bisa ngeraguin 2 agama tersebut?"

      ini buat pembaca sebenernya, berarti, ini tergantung dari (let's say) 'iman' yg baca, kalo dia ga ragu berati no problem, selamat, iman lu jempolan. Tapi kalo sampe ragu, yaudah, bad news nya, iman lu cupu.

      seenaknya banget ya gue? udah gitu kalimat-kalimatnya bias lagi.

      well, makasih buat komennya!

      Hapus
  2. cukup menarik :)

    nanti tolong buatin hipotesa mengenai ratusan ribu nabi ya dan pengaruhnya buat kehidupan beragama di dunia.

    BalasHapus
  3. untuk menguatkan argumentasi ente gan, atau untuk menguji hipotesanya,silakan baca soal Siti Hajar al-Mishri istri Nabi Ibrahim dan ibunda dari Nabi Ismail. nabi ismail kemudian beranak pinak di jazirah arab, yg kemudian melahirkan bangsa arab. makanya siti Hajar dijuluki sebagai Ibunda Bangsa Arab (Ummul 'Arab). ya, seperti yang agan tulis di atas dalam sisitem nasab (keturunan) itu. logikanya, jk bangsa arab eksis, apakah tdk bisa ditarik kesimpulan bahwa Nabi Ibrahim itu eksis, krn dari anaknya Ismail kemudian melahirkan keturunannya yg bnyk. belum lagi dengan kebiasaan bangsa arab yang dengan kekuatan ingatannya mrk bs menghafal nama-nama leluhur mereka (dari jalur ayah). Nabi Muhammad hafal nama-nama leluhurnya sampai nabi Ibrahim.

    coba juga agan teliti dalam pendekatan arkeologis. Ka'bah itu dibangun oleh Nabi Ibrahim. sampai sekarang bangunannya jg masih ada sekalipun telah mengalami pemugaran berulang2. begitu jg peninggalan Namrudz, yg dalam teks Agama disebut sebagai musuh Ibrahim As. kalo agan mau saya ada bukunya terkait topik di atas.
    ya, semoga bisa menjwb hipotesa agan.

    makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waini yg ditunggu2, masalah kakbah sebenernya mau diomongin, tapi lha kok pas dipikir2 agak terlalu offense gitu.. jadi ga kumasukin.. :v atut soalnya..

      Hapus
  4. ?????
    trit ini ga masuk ke otak ane gan...overload otak ane ampe ngebul gini...
    but nice tread gan walau otak ane jadi benang kusut...
    salah nulis tahun kali gan itu makanya jadi ada gap yg jauh gitu...
    emang aga atut yah gan kalo nyinggung soal agama,dikit bisa jadi sensitip...hehehe

    BalasHapus
  5. di Bali
    dalam silsilah keluarga yang nama nya di tulis didalamnya hanya orang" yang memiliki peran penting dalam masyarakat dan kerajaan

    mungkin ini yang terjadi pada Ibrahim

    Mungkin :-)

    BalasHapus
  6. Penjelasanya gampang mas, sumber anda mengenai nasab Nabi Muhammad tidak lengkap. ada 63 generasi terhitung mulai dari Nabi Ibrahim - Rasulullah Saw.

    :Nasab Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim, adalah sebagai berikut

    Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim (cikal bakal Bani Hasyim) bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (cikal bakal Suku Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah (cikal bakal Bani Kinanah) bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

    Silakan hitung nama-nama sebelum/setelah 'bin'. Dan pada kenyataannya Nabi Ibrahim memiliki anak setelah berusia lanjut (>80 tahun?) dan bisa jadi di awal-awal keturunan nabi Ibrahim mungkin ada juga yang memiliki keturunan setelah berusia lanjut.

    Al-Qur'an tidak mungkin salah! dan Islam adalah agama yang pasti benar!.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha.. ngeri nih orang argumennya

      Hapus
  7. oia rits..ente punya argumen soal asal nabi ibrahim yg berasal dari agama hindu boleh juga.. tp kemiripan kedua agama diatas lebih ke agama zoroastrianisme.. mulai dari tuhan, malaikat (jika ada) dan sistem keagamaan lainnya yang di serap oleh yahudi, secara ini agam adalah leluhur juga dari kedua agama yg ente sebutin diatas.

    yang patut di cari adalah bukan ke eksisan personalnya tapi bisa jadi ke pencarian kapan dia hidup, ane sepakat lagi ama ente rits.
    tapi jika soal etimologi si "ibrahim" dan "brahmana" ane kira bisa di telaah lebih lanjut, KEEP POSTING

    BalasHapus

Twitter